5 Hal Inilah yang Perempuan Rasakan Saat Akan Meninggalkan Rumah untuk Berbakti Pada Suaminya

5 Hal Inilah yang Perempuan Rasakan Saat Akan Meninggalkan Rumah untuk Berbakti Pada Suaminya

Sebagai perempuan, telah lazim andai setelah menikah kemudian digondol untuk tinggal bareng suami. Meski urusan ini adalahsebuah tradisi, namun secara logika dapat dibenarkan juga. Setelah jadi istri, anda memang diharuskan untuk melayani dan menemani suami. Tanggung jawab kita telah berubah, dari yang awalnya ditanggung orang tua, kini sudah menjadi sepenuhnya tanggung jawab suami. Jadi, bila pasca menikah kamu disuruh untuk ikut serta pindah ke lokasi suami tinggal, tersebut sangat lumrah dan wajar terjadi.

Perasaan senang sebab akan menginjak babak baru dalam kehidupan pasti saja dirasakan. Tapi, hati nggak dapat bohong. Ada tidak sedikit pikiran berkecamuk yang cukup buat gelisah. Namanya pun akan bermukim di lokasi baru, keadaan baru dan semuanya serba baru tergolong sebagai pengantin baru. Jadi, menurut sedayubet untukmu semua lelaki, terdapat baiknya anda mengerti apa saja sih yang wanita rasakan ketika akan meninggalkan lokasi tinggal setelah nikah sama kamu?

1. Kalau dapat memilih, inginnya tetap bermukim sama orang tua saja. Tapi, bagaimana lagi, kini sudah lain cerita

5 Hal Inilah yang Perempuan Rasakan Saat Akan Meninggalkan Rumah untuk Berbakti Pada Suaminya
5 Hal Inilah yang Perempuan Rasakan Saat Akan Meninggalkan Rumah untuk Berbakti Pada Suaminya

Kalau dapat memilih, inginnya tetap bermukim di sini, di wilayah asal yang telah dikenal semenjak lama, lagipula dekat dengan orang tua. Yah, tapi inginkan bagaimana lagi, kini tanggung jawabku telah berbeda. Ada suami yang padanya aku mesti bakti.

2. Masuk dapur saja jarang, lagipula ngurusin rumah. Kok tiba-tiba mesti mandiri? Apa aku bisa?

 

Asal tahu saja, sekitar ini aku jarang masuk dapur kecuali guna 3 hal; masak air, buat mi instan dan buat telur dadar. Lalu secara tiba-tiba aku mesti berdikari dengan orang yang kini kusebut suami. Apa aku bisa? Perasaan berikut yang sangat kuat menghantui pikiranku. Takut kalau-kalau suami jadi kurus sebab aku tak tahu mesti masak apa guna makan. Takut bila rumah jadi berantakan sebab aku tak pandai mengurusnya. Takut bila suami jadi merasa salah pilih sebab aku benar-benar tak lihai dalam hal ini. Ah, wanita memang sukanya baper!

3. Tapi aku senang, sesudah jadi pasangan halal, anda tak butuh berpisah setelah berlalu kencan nonton film di bioskop. Karena anda sudah kembali ke lokasi tinggal yang sama. Asyik!

 

Aku tidak jarang kali sebal ketika sedang di jalan kembali sebagai penanda bakal berakhirnya kencan anda hari itu. Artinya, waktu anda berduaan sudah nyaris habis. Sedangkan keesokan harinya, anda pasti telah sibuk dengan pekerjaanmu di kantor. Setelah menikah dan dapat tinggal berdua, tidak boleh ditanya alangkah senangnya aku sebab kita tak butuh lagi berpisah setelah berlalu nonton film atau santap malam di luar. Karena anda sudah kembali ke lokasi tinggal yang sama. Senangnya~

4. Jangan kaget bila aku masih suka kangen rumah. Tiba-tiba homesick dan mohon diantar kembali saat tersebut juga

 

Bukannya aku tak bahagia akhirnya dapat tinggal satu atap bersamamu. Tapi lumrah ‘kan bila aku tiba-tiba homesick, kangen ketemu Ayah dan Ibu di rumah? Namanya pun masih dalam etape penyesuaian. Kalau anda turuti dengan lembut, aku akan paling berterima kasih atas definisi yang diberikan. Tapi andai yang terjadi malah sebaliknya, anda malah mencibir sebab aku yang lemah sebentar-sebentar hendak pulang, aku jadi merasa tak dihargai. Masa sih kembali sebentar nggak boleh? (Oke, ini baper jilid 2).

5. Di balik seluruh ketakutan dan kegelisahan yang aku rasakan, terdapat tekad powerful dari dalam diri ini guna jadi istri yang baik, bagaimana juga caranya

 

Di balik seluruh ketakutan dan kegelisahan yang aku rasakan, terdapat tekad powerful dari dalam diri ini untuk berjuang jadi istri yang baik, bagaimana juga caranya. Setelah komitmen kita guna hidup bersama, aku yakin denganmu semuanya bakal terasa lebih mudah.

Jadi, untuk semua laki-laki di luar sana. Hidup bareng setelah menginjak gerbang pernikahan pasti tak tidak jarang kali dihinggapi kemudahan. Jadi, pahamilah istrimu besok akan kekhawatiran yang mereka rasakan dan jadilah pelindung utama baginya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *