6 Tips Agar Tidak Boros di Tahun-tahun Awal Pernikahan

6 Tips Agar Tidak Boros di Tahun-tahun Awal Pernikahan

Bagi pengantin yang baru menikah, tentu mengharapkan punya kehidupan yang mengasyikkan di mula pernikahan. Punya rumah, mobil, dan simpanan yang banyak. Tapi, seringkali, tidak sedikit yang terlupa. Kalau sesungguhnya, di mula pernikahan tersebut harus lebih tidak sedikit menabung dan berhemat. Namun, banyak sekali pengantin baru yang susah untuk mengaturnya. Nah, supaya tidak boros saat mula pernikahan, simak yuk tulisan situstaruhanbolaterpercaya ini!

1. Gengsi hendak langsung punya mobil dapat ditahan. Cek dulu seberapa perlu kamu sama kendaraan yang pengen anda beli

6 Tips Agar Tidak Boros di Tahun-tahun Awal Pernikahan
6 Tips Agar Tidak Boros di Tahun-tahun Awal Pernikahan

”Duh, pengen deh dapat beli mobil. Adem, nggak butuh panas-panasan naik motor.”

Wajar kok bila kamu pengen punya mobil bikin keluarga, selain dapat meningkatkan gengsi pun mempermudah mobilitas keluarga. Orang yang udah punya mobil emang kelihatan canggih sih. Tapi, perlu disalin ya bila uang tabungan anda belum lumayan buat beli mobil, mending ditahan-tahan aja dulu. Meskipun terdapat mobil yang harganya murah, tetap aja yang namanya mobil tersebut mahal. Bisa anda cek, harga termurah guna 1 mobil baru keluarga, ekuivalen 150-250 juta. Kalau anda cuma dapat bayar cicilan mobil 3,5 juta/bulan dengan harga harga 150 Juta. Kamu akan dapat melunasi 1 mobil tersebut selama 50 bulan. Cek lagi gaji perbulanmu berapa. Kalau gajimu di bawah harga cicilan mobil, mending tahan-tahan dulu deh. Yakali, maksain bener inginkan beli mobil.

Tahan dulu, nggak apa-apa panas-panasan dan hujan badai naik motor. Toh, destinasi kendaraan ialah sampai lokasi tujuan dengan selamat. Bukan guna gaya-gayaan. Apalagi ketika awal-awal membina rumah tangga. Pikir lagi, seberapa perlu kamu punya mobil?

2. Nggak butuh memaksakan beli rumah bila uangnya memang belum ada, rasakan dulu sulit senang ngontrak rumah. Toh masih berdua ini~

”Capek ngontrak! Kecil, sumpek! Kapan ya dapat beli rumah”

Siapa sih yang nggak pengen punya lokasi tinggal sendiri? Nggak terdapat yang dapat marah-marah atau nagihin duit sewa. Mau anda coret-coret, dicat atau anda rubuhin temboknya, nggak masalah. Yang jadi masalah merupakan, saat kemauan tersebut terlampau tinggi tetapi penghasilan tak mencukupi. Mau tidak mau kemauan tersebut mesti ditabung dahulu sampai uangnya terkumpul. FYI harga 1 lokasi tinggal di Jakarta dengan type 36 saja dapat mencapai 500 juta. Kalau anda menahan guna memilih sewa kontrakan rumah, jauh lebih murah. Ngontrak lokasi tinggal 1 tahun hanya 10-20 juta guna kisaran Jakarta.

Kalau anda memaksakan meskipun dananya ada, yakin besok-besok dapat makan lagi? Beras mahal lho sekarang

3. Tahan-tahan dulu pengen ena-ena di ranjang bagus ekuivalen puluhan juta. Toh masih terdapat ranjang yang lama atau warisan Tahan-tahanlah, yang terdapat per-nya pun belum pasti enak

”Sayang, kapan ya dapat ena-ena yang di ranjang empuk? Masa di kapuk mulu.”

Kamu pernah ngerasain ena-ena sama pasangan halal anda nggak di kamar hotel? Kalau iya, anda tahu kan empuknya spring bed hotel gimana. Nah, tentunya, bila ada kualitas yang bagus, pun ada harga yang mahal. Meskipun terdapat spring bed yang harganya tercapai tetap saja tersebut termasuk pemborosan. Mending sabar, ena-enanya di kasur kapuk aja dulu. Toh, rasanya sama-sama enak. Ya kan?

4. Mending boros kini atau boros pas hari tua? Pilih konsekuensinya deh~

Menghambur-hamburkan uang tersebut enak banget. Kamu dapat bebas beli apa aja yang anda suka. Toh, cari duit di umur muda tersebut mudah. Fisik masih oke, benak masih fresh. Tapi, apa iya anda nggak pengen nabung-nabung dulu bikin hari tuamu. Sisihkan buat masa mendatang anakmu nanti.

Konsekensinya ialah kamu inginkan enak hari ini atau sulit dihari tua?

5. Terkadang terdapat dana silaturahmi yang tak terduga. Makanya tidak boleh boros, kan malu sama mertua bila tahu anda nggak dapat me-manage- uang~

Kamu perlu tidak sedikit belajar deh sama Bu Menteri Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani yang jago banget sama keuangan. Beliau dipilih jadi menteri sebab kecapakannya menata uang negara. Iya, negara. Kalau negara aja bisa lagipula keuangan keluarga.

Nah, berangkat dari sinilah mesti anda pahami bahwa menata keuangan tersebut sangat penting. Jangan boros. Bagi keluarga, tentu akan tidak jarang kali ada dana dadakan yang tak terduga. Misalnya arisan keluarga, atau terdapat musibah banjir, yang terkadang anda nggak tahu kapan terjadi. Maka dari itu, anda tetap mesti pintar menata keuangan anda karena dana dadakan yang tak tersangka inipasti akan tidak jarang kali muncul, di waktu-waktu yang anda nggak pernah tahu.

6. Istri mesti dapat masak, selain meningkatkan keromantisan, pun harus hemat. Yakali santap di luar mulu, kecuali anda kaya banget~

Cara terbaik untuk mengurangi biaya supaya hemat dan tidak boros merupakan, anda harus dapat memasak. Penting. Di samping masak nasi dirumah buat keuangan family hemat, pun menambah nilai plus dimata keluarga. Coba hitung, santap di restoran dapat Rp 60.000/orang pagi-siang-malam. Dikalikan 2 sekitar 30 hari :). Boroskan? Coba bila kamu dapat berhemat beli 1 karung beras dan beli sayur-sayuran. Percaya, jauh banget dari kata boros.

Hm, malu atuh bila nggak dapat masak di depan anak-anak.

Sejatinya, hidup boros tersebut nggak baik. Di samping gak bagus bikin diri sendiri juga dominan terhadap masa depan. Apalagi untuk anda yang baru awal-awal menikah. Ingat, ketika sudah berumah tangga, anda harus lebih ‘pelit’ dalam soal uang. Jangan mudah terkecoh dengan nikmatnya dagangan mewah sesaat.

Nggak terdapat salahnya menikmati susahnya hidup di mula pernikahan. Toh tersebut akan menguji mentalmu sebagai pasangan yang baik untuk lokasi tinggal tangga. Maka dari itu, boros diawal pernikahan tidak pernah baik. Yang terdapat nyusahin diri dan pasangan anda kemudian hari.

So, pilih mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *